Tradisi Lebaran : Ora Sido Ba'dan yen Ora Nganggo Klambi Anyar (Nggak Jadi Lebaran Jika Tanpa Baju Baru)
Lebaran buatku punya makna yang teramat istimewa. Mengenang lebaran di
masa kecilku sungguh menggetarkan hatiku. Aku kecil (beserta kakak dan
kedua adikku tentu) selalu menantikan hari raya tiba, atau
riyoyo dalam bahasa Jawa. Yang paling aku nantikan adalah baju baru. Bagi kami nggak jadi lebaran bila tanpa baju baru (
ora sido ba'dan yen ora nganggo klambi anyar).
Maklum saja, selain lebaran orang tua kami tidak membelikan baju baru.
Oleh karena itu, demi cintanya kepada kami anak-anaknya, apapun akan
dilakukan ibuku tercinta untuk menyediakan baju baru untuk kami. Tak
jarang kami memakai baju yang seragam model maupun motifnya dg beberapa
teman se RT karena sumbernya sama, yaitu kredit pada orang yang sama.
Hingga seperti memakai baju inventaris RT. Pernah juga, karena memang
keterbatasan uang dan tidak ada yang bisa dikredit, ibuku sampai rela
membuat sendiri menjahit dengan tangan dan dengan bahan kain daur
ulang. Berhari-hari Ibu menjahit 4 stel baju, bahkan hingga dilembur di
malam takbiran demi kegembiraan kami, anak-anaknya. Alhamdulillah,
apapun bentuknya, kami selalu PEDE dan nggak pernah mati gaya dengan
semua yang diberikan ibu. Ibuku selalu berhasil membuat kami tersenyum
gembira di Hari Raya dengan “baju baru” walaupun seadanya.Ritual baju
baru itu terus berlangsung hingga aku besar.
Kini ketika
aku sudah menjadi ibu, ritual baju lebaran itu kuwariskan kepada
anak-anakku.Bukan baju barunya yang penting. Namun senyum bahagialah
esensinya. Aku rela melakukan apa saja untuk membuat anak-anakku
tersenyum gembira di hari raya, seperti yang dulu Ibuku selalu lakukan
untukku. Aku baru merasakan, ternyata senyum anak-anak adalah
kebahagiaan tersendiri bagi seorang ibu.
Aku bersyukur
telah dianugerahi seorang Ibu yang sangat kasih kepada anak-anaknya.
Untuk dapat membalas semua yang sudah Ibuku lakukan rasanya tak mungkin,
karena sungguh terlalu banyak yang sudah ibuku beri. Yang bisa aku
lakukan paling tidak adalah membuat Ibuku tersenyum di hari raya. Ketika
aku membuat list daftar keperluan hari raya, no urut 1 adalah
membelikan baju dan perlengkapan lebaran untuk ibuku. Mungkin itu tak
seberapa, tapi paling tidak aku sudah berusaha membalas keringat dan
kerja keras ibuku dengan membuat ibuku tersenyum di hari raya.
Mudah-mudahan aku bisa senantiasa membuat ibu dan anak-anakku terus
tersenyum, bukan hanya di hari raya namun di sepanjang hidup mereka.....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar