Rabu, 12 Oktober 2016

Tradisi Lebaran : Ora Sido Ba'dan yen Ora Nganggo Klambi Anyar (Nggak Jadi Lebaran Jika Tanpa Baju Baru)

 
          Lebaran buatku punya makna yang teramat istimewa. Mengenang lebaran di masa kecilku sungguh menggetarkan hatiku. Aku kecil (beserta kakak dan kedua adikku tentu) selalu menantikan hari raya tiba, atau riyoyo dalam bahasa Jawa. Yang paling aku nantikan adalah baju baru. Bagi kami nggak jadi lebaran bila tanpa baju baru (ora sido ba'dan yen ora nganggo klambi anyar). Maklum saja, selain lebaran orang tua kami tidak membelikan baju baru. Oleh karena itu, demi cintanya kepada kami anak-anaknya, apapun akan dilakukan ibuku tercinta untuk menyediakan baju baru untuk kami. Tak jarang kami memakai baju yang seragam model maupun motifnya dg beberapa teman se RT karena sumbernya sama, yaitu kredit pada orang yang sama. Hingga seperti memakai baju inventaris RT.  Pernah juga, karena memang keterbatasan uang dan tidak ada yang bisa dikredit, ibuku sampai rela membuat sendiri  menjahit dengan tangan dan dengan bahan kain daur ulang. Berhari-hari Ibu menjahit 4 stel baju, bahkan hingga dilembur di malam takbiran demi  kegembiraan kami, anak-anaknya. Alhamdulillah, apapun bentuknya, kami selalu PEDE dan nggak pernah mati gaya dengan semua yang diberikan ibu. Ibuku selalu berhasil membuat kami tersenyum gembira di Hari Raya dengan “baju baru” walaupun seadanya.Ritual baju baru itu terus berlangsung hingga aku besar.

          Kini ketika aku sudah menjadi ibu, ritual baju lebaran itu kuwariskan kepada anak-anakku.Bukan baju barunya yang penting. Namun senyum bahagialah esensinya. Aku rela melakukan apa saja untuk membuat anak-anakku tersenyum gembira di hari raya, seperti yang dulu Ibuku selalu lakukan untukku. Aku baru merasakan, ternyata senyum anak-anak adalah kebahagiaan tersendiri bagi seorang ibu.

          Aku bersyukur telah dianugerahi seorang Ibu yang sangat kasih kepada anak-anaknya. Untuk dapat membalas semua yang sudah Ibuku lakukan rasanya tak mungkin, karena sungguh terlalu banyak yang sudah ibuku beri. Yang bisa aku lakukan paling tidak adalah membuat Ibuku tersenyum di hari raya. Ketika aku membuat list daftar keperluan hari raya, no urut 1 adalah membelikan baju dan perlengkapan lebaran untuk ibuku. Mungkin itu tak seberapa, tapi paling tidak aku sudah berusaha membalas keringat dan kerja keras ibuku  dengan membuat ibuku tersenyum di hari raya. Mudah-mudahan aku bisa senantiasa membuat ibu dan anak-anakku terus tersenyum, bukan hanya di hari raya namun di sepanjang hidup mereka.....


Tidak ada komentar:

Posting Komentar